Selamat datang di Marss Collection

Kami adalah TOKO ONLINE  yang menyediakan Produk TAS BAYI dan perlengkapannya sejak tahun 2010.
Produk TAS BAYI yang kami jual Nyaman dipakai, praktis, Modis, style tidak menyerupai tas perlengkapan bayi umumnya sehingga bisa dibawa untuk bepergian, Tidak berat dan Tahan air.
Dapatkan Free Item untuk setiap pembelian TAS BAYI di toko online kami.


1. Tempat botol susu (dilapisi oleh aluminium foil agar botol susu tetap hangat untuk selama 1-2 jam)
2. Diaper Changing Pad (Perlak)
3. PVC Bag For Trash or Wet item (Plastik)
4. Cute doll Accessories  ( Gantungan Boneka Lucu)

Ingin tahu produk-produk special kami?, silahkan Klik Produk Kami


Jual Tas Bayi Murah 5001 photo JualTasBayi5001_zps2de27670.jpgJual Tas Bayi Murah 5002 photo JualTasBayi5002_zps2ab1129f.jpgJual Tas Bayi Murah 5004 photo JualTasBayi5004_zps8338971a.jpgJual Tas Bayi Murah 5005 photo JualTasBayi5005_zpse6bf6d83.jpgJual Tas Bayi Murah 5007 photo JualTasBayi5007_zpsba8a1ae9.jpgJual Tas Bayi Murah 5008 photo JualTasBayi5008_zpsf9c1c2ac.jpgJual Tas Bayi Murah 5010 photo JualTasBayi5010_zps10fe10bc.jpgJual Tas Bayi Murah 5011 photo JualTasBayi5011_zps7985dece.jpgJual Tas Bayi Murah 5012 photo JualTasBayi5012_zps0353cd70.jpgJual Tas Bayi Murah 5013 photo JualTasBayi5013_zps36796f11.jpgJual Tas Bayi Murah 5015 photo JualTasBayi5015_zps8f42337b.jpgJual Tas Bayi Murah 5016 photo JualTasBayi5016_zps702c9bc2.jpgJual Tas Bayi Murah 5017 photo JualTasBayi5017_zpscc921ff8.jpgJual Tas Bayi Murah 5018 photo JualTasBayi5018_zps01ba27ed.jpgJual Tas Bayi Murah 5019 photo JualTasBayi5019_zpscaef3939.jpgJual Tas Bayi Murah 5020 photo JualTasBayi5020_zps19ad5ffa.jpgJual Tas Bayi Murah 5021 photo JualTasBayi5021_zpsbf500bd4.jpgJual Tas Bayi Murah 8001 photo 8001blue_zpscc72231a.jpgJual Tas Bayi Murah 8002 photo 8002red_zps42a56be3.jpg photo 8003purple_zps8e686996.jpg photo 8005purple_zps6749076b.jpgJual Tas Bayi Murah 8006 photo 8006red_zpsb9cc0cb6.jpg  photo 0c6f07e3-be55-41fd-ad5e-c0db8f1eacab_zps9009edfd.jpg photo c52ea7f6-c373-4865-9a3f-4e7afb96f92d_zps4fd2c85c.jpg photo 4729a198-81c8-4a90-a20d-9c9162384e9d_zps88919f53.jpg

HOOK STROLLER - PENGAIT - CANTELAN - GANTUNGAN UNTUK STROLLER BAYI


Quote:Deskripsi
Hook Stroller adalah alat untuk mengaitkan/nyantelin/gantungin benda-benda seperti tas bayi, mainan bayi dan lain-lain pada stroller bayi


Quote:Rp. 35,000



"Sawan", Kejang Pada Anak dan Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya



Ibu pernah dengar mitos sawan pada bayi atau anak?

Sawan dipercaya masyarakat sebagai gejala rewel, kejang-kejang dan demam yang disebabkan oleh terlanggarnya berbagai mitos yang mungkin dilakukan oleh sang ibu. Menurut Choirun di situs kompasiana.com, penyebab anak sawanen bisa jadi karena si ibu makan kambing saat menyusui, si ibu dan bayi menghadiri acara pernikahan atau pemakaman, atau karena si ibu makan makanan yang pedas.
Apapun penyebabnya, kondisi bayi atau anak yang sedang sawanen sangat menghawatirkan. Demam tinggi hingga kejang-kejang pada bayi bisa merusak otaknya. Menurut shvoong.com, anak yang terkena sawan atau lebih tepatnya kejang berhubungan dengan aliran elektrik dalam tubuhnya.

Aliran elektrik ini terlepas secara tidak normal di dalam otak anak dan mengakibatkan terjadinya guncangan pada anak. Anak yang sedang sawanen parah bahkan bisa sampai menggeliat-geliat di lantai, bola matanya bergerak ke atas, mulutnya berbusa, lidahnya tergigit dan kehilangan kesadaran sejenak. Gejalanya sangat mirip dengan epilepsi.

Lalu bagaimana caranya memberikan pertolongan?

  1. Baringkan anak dalam posisi telengkup atau miring agar lidahnya menjulur ke depan sehingga lendirnya tidak menghalangi masuknya oksigen.
  2. Jangan berikan makanan atau minuman apa pun sebelum ayannya selesai.
  3. Berikan nafas buatan (CPR) jika bibir anak berubah biru, tandanya anak ini tidak bisa bernafas.
  4. Singkirkan benda-benda disekitar anak yang sedang kejang-kejang.
  5. Kurangi suhu badan anak yang tetap tinggi dengan mengusapkan handuk dingin agar kejang anak tidak semakin parah.
Nah, kini Ibu tidak perlu lagi terlalu cemas dengan mitos sawan bayi dan cara menanganinya, bukan?

Vemale.Com

Kuning Pada Bayi



Pigmen yang bernama bilirubin adalah faktor penyebab dari bayi kuning (ikterus). Sebetulnya, setiap orang memiliki bilirubin dalam sel darah merahnya. Setiap jangka waktu tertentu sel darah merah akan mati dan menguraikan sel-selnya menjadi bilirubin, normalnya yang bertugas menguraikan bilirubin tersebut adalah hati. Untuk kemudian dibuang lewat BAB, saat bayi masih dalam kandungan, hati sang ibulah yang mengambil tugas menguraikan bilirubin dalam sel darah merah bayi.

Ketika bayi lahir, perkembangan hatinya belum sempurna sehingga belum dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Akibatnya terjadi penumpukan bilirubin yang kemudian menyebabkan timbulnya warna kuning pada kulit bayi.

Tanda-tanda kuning pada bayi yang tidak perlu dicemaskan :
  1. Timbul pada hari ke 2 dan 32. Menghilang dalam 10 hari
  2. Sclera mata kuning
  3. Warna urine biasa
Jika kuning tidak hilang dalam 10 hari, segera bawa ke fasilitas kesehatan.

Cara penanganan kuning pada bayi :
  1. Beri ASI yang banyak karena dapat merangsang peristaltik usus untuk mengeluarkan mekonium sehingga peredaran enteropatik berkurang.2. Menyusui sedini mungkin
  2. Memantau kecukupan ASI
  3. Jemur bayi pada sinar matahari pagi selama 5-10 menit, berfungsi sebagai photoisomerasi, fotooksidasi  yang dapat menghasilkan bilirubin larut dalam air. Sewaktu menjemur bayi, tutup bagian mata dan alat kelaminnya agar tidak terpapar panas secara langsung. Waktu penjemuran bayi yang baik dilakukan sebelum pukul 10.00, setelah dipijat bayi, kemudian di dinginkan sebentar baru dimandikan.

DokterSehat

Ini Tingkah-tingkah Aneh Balita yang Dianggap Normal


Jakarta, Tingkah laku balita memang terkadang membuat orangtua geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak? menangis, menjerit, memukul dan menggigit seringkali dilakukan oleh mereka tanpa alasan yang jelas. Tak jarang pula para balita itu tiba-tiba bertingkah gemas dan lucu stanpa sebab.

Dikutip dari parentdish.co.uk, Selasa (4/2/2014), ternyata beberapa kebiasaan yang sering membuat orangtua geleng-geleng kepala tersebut merupakan kebiasaan normal bagi balita. Berikut beberapa kebiasaan balita yang kerap kali dianggap aneh namun ternyata 100 persen normal:

1. Menggeleng atau mengangguk tanpa sebab
Jika anak anda tiba-tiba menggelengkan atau menganggukkan kepalanya tanpa sebab, orangtua tidak perlu panik. Sampai saat ini peneliti belum mampu mengungkap misteri tersebut. Apakah karena mereka sudah bisa melakukannya? Kepala pusing? atau hanya ingin melucu? Yang penting adalah jaga keselamatan kepalanya agar tidak terbentur.

2. Melakukan tindakan berbahaya
Sering anak anda tiba-tiba mencolokkan tangannya ke dekat kompor ketika anda memasak, menggigit kabel atau meja dan juga memukul anda tanpa sebab. Tindakan tersebut tentunya akan membuat orang tua kaget atau bahkan marah. Namun perlu diketahui bahwa balita melakukan hal tersebut karena penasaran. Ia hanya ingin mengetahui apakah hal-hal tersebut memancing reaksi dari orang tuanya.

3. Pura-pura batuk dan menangis
Tiba-tiba batuk dan menangis ketika orang tua sedang sibuk memang sering dialami olah sebagian besar orang tua. Tak sedikit dari balita yang ternyata hanya berpura-pura batuk atau menangis. Tapi ingat, orang tua tidak boleh marah atau kesal. Balita anda melakukan hal itu karena hanya ingin diperhatikan oleh orang tuanya.

4. Tiba-tiba menolak
Balita anda yang sangat menyukai pisang tiba-tiba menjerit ketika anda mencoba memberikannya? Tenang saja. Hal tersebut juga sering dialami oleh orang tua lain di seluruh dunia. Balita memang mempunyai minat dan keinginan yang berubah-ubah. Jika ia menyukai pisang namun tiba-tiba menolak ketika diberi, mungkin saja ia mempunya pengalaman buruk tentang pisang yang tidak anda ketahui.

5. Telanjang
Beberapa anak memang sangat tidak suka ketika dipakaikan baju dan celana. Tak jarang mereka menangis dan menjerit ketika orang tua mencoba memaksa anak menggunakan pakaian. Namun psikolog mengatakan bahwa kebiasaan ini termasuk normal, mengingat mereka sedang dalam tahap mengenali dirinya. Tapi jangan lengah, Anda harus memastikan bahwa ia tetap harus memakai pakaian ketika keluar dari rumah.

6. Bermain dengan alat kelamin
Setiap anak akan melewati fase eksplorasi alat kelamin karena rasa ingin tahu yang lebih besar. Jika orang tua melihat anaknya memainkan alat kelaminnya, anda tidak perlu panik. Yang harus anda lakukan adalah mengalihkan kegiatan tersebut secara tidak sadar dan menggantinya dengan aktivitas lain yang lebih menarik.

DetikHealth

Aman Menggendong si Mungil




Sebagai orangtua baru mungkin Bunda selalu ingin menggendong si kecil saat melihat wajah mungilnya. Tetapi beberapa Bunda merasa kurang yakin untuk menggendong bayinya karena takut leher si kecil terkilir.

Bunda pasti tahu bahwa cara menggendong bayi umumnya adalah dengan menopang lehernya. Ini dikarenakan leher bayi yang baru lahir belum memiliki otot leher yang kuat sehingga ia tidak mampu menahan berat kepalanya.

Berikut ulasannya bagaimana cara menggendong bayi sesuai usianya.

0 - 3 Bulan
Sebelum menggendong sebaiknya si kecil tahu keberadaan Bunda supaya ia tidak kaget. Tataplah matanya terlebih dahulu atau biarkan si kecil mendengar suara Bunda, misalnya memanggil namanya.
Lalu dekatkan tubuh Bunda ke arah bayi dan selipkan telapak tangan kanan atau kiri Bunda ke bawah bagian kepala, leher serta punggungnya. Kemudian letakan bayi di lengan Bunda dan biarkan tangan yang satunya di pinggang Bunda.

Bunda bisa juga menggendongnya berdiri dengan cara meletakkan kepalanya di bahu Bunda. Tetapi hati-hati karena lehernya masih rentan lemas. Pastikan Bunda menahan leher, punggung dan pantat bayi.

3 - 6 Bulan
leher bayi usia 3-6 bulan umumnya sudah jauh lebih kuat. Ia tidak lagi nyaman digendong dengan posisi terlentang. Bayi lebih suka digendong dengan posisi berdiri atau duduk menghadap ke depan karena ia mulai bisa menikmati apa yang ia lihat di sekitarnya.
Sebaiknya gunakan alat bantu gendongan karena bobot tubuhnya sudah bertambah berat. Bunda bisa menggendongnya dengan berbagai posisi seperti didudukkan di pinggang atau di depan perut dengan posisi berhadapan.

6 bulan dan seterusnya
Pada usia ini otot lehernya sudah kuat dan ia sudah mampu menopang kepalanya dengan baik. Bunda sudah bisa menggunakan gendongan depan atau biasa disebut Carrier.
Menggendong bayi dengan Carrier ini sangat nyaman karena bayi leluasa melihat lingkungan sekitar. Dudukkanlah bayi di Carrier, biarkan punggungnya menempel pada dada kita. Pastikan Bunda tetap melingkari tangan Bunda di perutnya supaya bayi lebih nyaman.
Pada usia ini bayi sudah bisa digendong sambil bermain, misalnya mengajaknya bermain terbang-terbangan (flying in the air). Caranya, pegang erat si kecil di ketiaknya, lalu ayunkan perlahan ke udara. Lakukan kontak mata dan sesekali hentikan ayunan saat bayi berada di atas, untuk selanjutnya diturunkan perlahan. Tetapi Bunda jangan lakukan ini bila Bunda tidak yakin.

Nah, seiring dengan waktu Bunda akan terbiasa menggendongnya dan rasa takut pun akan segera hilang. Selalu menggendong si kecil dengan penuh cinta ya, Bun!

Tips :

  • Cucilah tangan sebelum menggendong si kecil.
  • Perhatikan posisi tubuh Bunda saat menggendong. Jaga tulang belakang agak tetap tegak untuk menghindari sakit punggung dan pinggang.
  • Bersenandung dapat lebih menyamankan si kecil saat digendong.

InfoBunda

Peran Ayah untuk Perkembangan Anak




Selama ini banyak yang mengganggap bahwa peran Ayah di rumah hanya sebagai pencari materi saja tanpa perlu tahu urusan rumah tangga, termasuk anak-anak. Beberapa Ayah berpikir bahwa ia sudah terlalu lelah mencari nafkah di kantor hingga urusan anak menjadi tanggung jawab Bunda sepenuhnya. Padahal peran Ayah di rumah dapat mempengaruhi perkembangan si kecil, lho.

Bunda dan Ayah pasti sudah tahu bahwa membesarkan anak tidak mudah, tetapi mendidiknya jauh lebih sulit. Untuk itu peran kedua orangtua sangat dibutuhkan supaya anak dapat berkembang sesuai harapan. Memang benar, anak-anak cenderung lebih dekat dengan Bundanya tetapi bukan berarti ia tidak perlu peran seorang Ayah. Keseimbangan antara Ayah dan Bunda membuat anak nyaman dan bahagia karena ia merasa kedua orangtuanya menerimanya.

“Seorang Ayah mempengaruhi kehidupan anak-anak.”, begitu yang dikatakan Wicox, seorang editor buku Gender dan Parenthood: Biological and Social Scientific Perspective. Bila biasanya keseharian Bunda cenderung mengajarkan dan bermain hal-hal yang lembut, sebaliknya dengan Ayah permainan terasa lebih menantang dan menuntut kekuatan fisik, misalnya bermain bola. Dengan permainan semacam ini, anak akan belajar mengambil resiko dan mampu berpikir cepat untuk mengatasi masalah yang muncul. Mental keberaniannya akan terbangun. Mental ini dapat terbawa hingga anak dewasa sehingga ia akan menjadi individu yang tangguh untuk menghadapi tantangan hidup.

Selain bermain ada hal-hal lain yang dapat Ayah lakukan untuk si kecil. Berikut formula yang dapat Bunda berikan pada Ayah supaya perannya maksimal di rumah:

1.   Peduli
Luangkanlah waktu untuk bermain dengan anak-anak. Pulanglah lebih cepat ke rumah satu atau dua kali dalam seminggu. Anak-anak akan senang sekali melihat Ayahnya pulang lebih cepat.

2.   Komunikasi
Komunikasi yang cukup dengan anak akan mencairkan stigma kekakuan bahwa Ayah adalah sosok yang harus ditakuti. Tanyakan bagaimana sekolahnya hari ini dan biarkan ia bercerita.

3.   Motivasi
Adakalanya anak merasa kecewa misalnya saja nilai rapor sekolah yang tidak sesuai harapannya. Berikan motivasi padanya sehingga ia tidak terlalu larut dalam kekecewaan. Doronglah ia agar tetap optimis dan pantang menyerah.

4.   Panutan
Ayah diharapkan bisa menjadi panutan anak-anaknya. Baik anak laki-laki mau pun perempuan. Untuk anak laki-laki biasanya tidak ada masalah karena anak laki-laki cenderung ‘tahan banting’. Tetapi sedikit berbeda dengan anak perempuan yang lebih lembut, di sini Ayah juga harus dapat melembutkan perilakunya.

Kini Bunda dan Ayah sudah tahu bahwa peran Ayah di rumah sangatlah dibutuhkan dan bermanfaat untuk perkembangan buah hati. Jadi sesibuk apa pun luangkanlah waktu untuk mereka.


Infobunda

Lemon Hangat Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh Ibu Hamil



Ibu hamil memerlukan daya tahan tubuh ekstra untuk menjaga kesehatan tubuhnya sendiri dan kesehatan calon buah hatinya. Apalagi pada musim penghujan seperti sekarang, ibu hamil harus benar-benar menjaga kondisi tubuhnya mengingat pada musim penghujan orang akan lebih rentan terserang flu dan aneka penyakit ringan lainnya.

Flu ringan yang kerap menyerang pada masa kehamilan dapat berakibat pada penurunan kondisi kesehatan sehingga ibu hamil akan cenderung lebih cepat lemah dan lesu. Untuk menghindari serangan sakit flu yang tak jarang juga disertai dengan sakit tenggorokan, Anda dapat memanfaatkan lemon hangat yang dicampur dengan madu. Mengapa lemon?

Buah yang kerap dipadukan dengan teh untuk menghasilkan minuman segar ini sangat kaya dengan kandungan vitamin C dan kalium. Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang berguna untuk mencegah penyakit flu. Semnetara, kalium adalah zat yang dapat merangsang fungsi saraf dan otak sekaligus efektif membantu mengontrol tekanan darah.

Selain tergolong efektif untuk mencegah flu, air lemon yang dipadu dengan air hangat juga dapat membantu mengurangi masalah pencernaan seperti rasa mulas dan mual yang kerap menyerang ibu hamil. Dengan mengkonsumsi lemon hangat, perut ibu hamil dibantu dalam menghilangkan kotoran-kotoran secara lebih efektif dan efisien. Buah yang kerap dijadikan hiasan pada minuman dan beberapa jenis makanan ini juga mampu bertindak sebagai pemurni darah. Tak hanya itu, lemon juga efektif untuk menyembuhkan sembelit. Jadi, bagi Anda para ibu hamil, jangan ragu memberikan asupan lemon hangat untuk menjaga daya tahan tubuh, ya!

Dokter Sehat

Haruskah Stop ASI Saat Sakit?



Menjadi Bunda baru adalah hal yang menakjubkan sekaligus mengkuatirkan. Salah satu yang sering membuat Bunda bertanya-tanya dan berujung pada rasa kuatir adalah apakah Bunda masih dapat menyusui saat Bunda sakit. Apakah aman menyusui saat Bunda sakit? Yuk, cari tahu jawabannya.
Memang benar, bayi yang menyusu pada Bunda yang sedang sakit beresiko tertular virus, bakteri atau jamur . Proses penularan ini bisa melalui kulit, udara dan juga cairan tubuh termasuk ASI. Tetapi jangan lupa, ASI mengandung antibodi yang sangat diperlukan oleh bayi. Daripada menghentikan pemberian ASI tanpa alasan yang tepat, sebaiknya Bunda cari tahu penyakit apa saja yang termasuk kategori aman untuk menyusui.

Penyakit Umum = Aman
Jika Bunda menderita sakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur seperti batuk, pilek, hepatitis, cacar air, atau bahkan bahkan TBC, Bunda masih dapat menyusui. Tetapi gunakanlah masker penutup hidung dan mulut supaya bayi tidak tertular. Bila terkena cacar air sebaiknya berikan hanya ASI perah untuk sementara waktu, terutama bila terdapat cacar di seputar payudara dan areola. Tahan untuk tidak menciumnya dulu ya, Bun!
Selain penyakit umum, penyakit kronis sepeti diabetes, penyakit lupus dan hipertensi bukanlah alasan untuk menghentikan pemberian ASI. Meski Bunda mengonsumsi obat-obatan tertentu Bunda masih boleh menyusui, karena umumnya obat-obatan yang diberikan tidak akan mencemarkan ASI. Bila Bunda tidak yakin, tidak ada salahnya konsultasikan pada dokter apakah obat yang Bunda konsumsi aman untuk bayi. Minta penjelasan pada dokter tentang kandungan obat dan efek sampingnya pada Bunda menyusui.

Bunda HIV
Hampir semua penyakit tidak menghalangi pemberian ASI. Pemberian ASI dari Bunda yang dinyatakan positif HIV dan HLTV (Human T-Cell Leukimia) memang masih menjadi kontroversi. Sebagian kalangan mengatakan tidak boleh karena ASI mengandung virus, sebagian lagi mengatakan boleh karena ASI adalah nutrisi lengkap untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi.
Resiko penularan HIV melalui ASI sekitar 15-20%. Tetapi resiko ini bisa meningkat menjadi 65% bila payudara Bunda luka, misalnya akibat pelekatan yang kurang tepat.
Yang perlu Bunda perhatikan adalah bila Bunda memutuskan untuk memberikan ASI, jangan mencampurkannya dengan susu formula. Berikan ASI secara eksklusif tanpa tambahan apapun selama 6 bulan. Tetapi bila Bunda memutuskan memberi susu formula, berikan susu formula secara eksklusif tanpa diselingi ASI. Hal ini karena zat imum yang tidak diberikan secara rutin malah akan membuat kekebalan tubuhnya tidak kuat dan rentan terhadap virus dari Bunda.
Tips:
-  Jika menggunakan susu formula, periksa kembali apakah air yang digunakan cukup bersih.

Infobunda

Pembedongan Bayi yang Benar akan Memberikan Manfaat yang Baik



Membedong bayi merupakan salah satu kebiasaan ibu-ibu di Indonesia kepada banyinya yang baru lahir. Hal ini telah berlangsung sejak lama turun-temurun hingga kini. Manfaat membedong bayi dianggap dapat membuat kaki sang anak menjadi lurus atau mencegah kaki berbentuk O saat besar nanti. Selain itu, untuk mencegah perut bayi kembung. Namun apakah secara medis hal ini sudah sesuai?

Sebenarnya kebiasaan ini hanya dilakukan pada sebagian bayi yang baru lahir di sebagian besar penduduk Asia. Sedangkan di negara-negara barat dan negara maju banyak yang tidak mengenal tradisi membedong bayi atau swaddling. Sebenarnya jika dilogika, fungsi membedong bayi adalah untuk memberikan tempat dengan suasana yang nyaman sebagaimana waktu berada dalam kandungan sang ibu. Membedong akan membuat bayi merasa selalu dipeluk, yang akan memberikan suasana hangat dan nyaman seperti ketika berada di rahim sang ibu. Bayi yang baru lahir sudah pasti jika kakinya terlihat seperti bengkok atau menekuk ke dalam. Hal ini dikarenakan posisi bayi saat dalam kandungan yang terbatas seperti dalam keadaan meringkuk.

Sedangkan berdasarkan pendapat menurut medis, yaitu seorang praktisi nurosience mengungkapkan bahwa tujuan membedong bayi adalah untuk menstimulasi agar menghilangkan gerakan refleks bayi terhadap kejutan. Saat dalam keadaan lelap, bayi sesekali akan bergerak terkejut.  Reaksi normal ini biasanya disebut dengan hynogogic startless. Bagi anak-anak yang lebih besar atau orang dewasa pun terkadang mengalaminya. Akan tetapi pada bayi yang baru lahir tentunya akan sangat mengganggu kelelapan tidurnya. Meski ada sebagian bayi yang mampu terlelap kembali, namun banyak pula yang susah kembali dalam tidurnya yang menyebabkan mereka menjadi rewel dan menangis. Fungsi membedong inilah yang akan membantu bayi untuk mengatasi refleks hynogogic startless, sehingga lebih mudah untuk kembali terlelap, karena selalu merasa nyaman dipeluk. Reaksi hynogogic startless ini akan berkurang seiring pertambahan umur sang bayi.

Manfaat lain pembedongan akan mempermudah sang ibu ketika menyusui. Keadaan bayi yang bergerak-gerak tak sabar untuk meraih susuan sang ibu biasanya akan menyusahkan sang ibu berada dalam posisi yang nyaman saat menyusui. Maka dari itu banyak kalangan medis yang menghimbau untuk melakukan cara yang benar saat membedong bayi. Manfaat membedong bayi adalah untuk menghangatkan, untuk membuatnya merasa nyaman dan aman, sehingga jangan sampai membuatnya merasa sesak dan kepanasan. Gunakan satu lembar kain pembedong bayi yang tipis namun cukup hangat, misalnya kain flanel. Jika ingin dibedong maka jangan pakaikan baju hangat agar bayi tidak kepanasan. jangan membedong bayi sampai menutupi kepala bayi, atau di atas bahu, karena dapat mengganggu pernapasan. Setelah bayi berumur satu bulan, maka mulai lepaskanlah bedongan tersebut. Perlu diingat pula jangan pula membedong bayi saat bangun tidur, agar tidak mengganggu perkembangan motoriknya.

DokterSehat

Ketika Anak Lebih Dekat dengan Pengasuh Ketimbang Orang Tuanya


Bagi wanita yang sudah berumah tangga dan mempunyai anak, keinginan untuk tetap berkarir kerap kali membuat mereka terpaksa meninggalkan anaknya di rumah bersama pengasuh atau 'si mbak'. Tak jarang, lama kelamaan si anak justru lebih dekat dengan pengasuhnya.

"Orang tua memang harus memberikan kesempatan anak dengan si mbaknya. Tapi, kalau orang tuanya sibuk sekali ya otomatis anaknya jadi lebih dekat sama orang lain karena dia merasa terbantu oleh orang lain," kata psikolog Dr Rose Mini, M.Psi dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (27/11/2013).

Lantas, ketika anak sudah terlanjur dekat dengan pengasuhnya, bisakah orang tua kembali menjalin kedekatan dengan si kecil? "Bisa, tapi dengan sayarat dia dengan tulus memberikannya, tulus banget. Jadi bukan hanya pura-pura aja. Konsisten juga perlu untuk terus menjalin kedekatan anak, enggak bisa hanya sesekali saja," kata wanita yang akrab disapa bunda Romi ini.

Sementara itu, psikolog Tika Bisono mengatakan orang tua bisa saja menjalin kedekatan kembali dengan anak, salah satunya dengan berusaha meluangkan waktu untuk mereka. Tika menyebutkan orang tua bisa membuat kesepakatan bahwa hari Sabtu dan Minggu adalah quality time mereka bersama putra putrinya.

"Tinggalkan kerjaan, deadline, kalau perlu gadget kita, supaya kita bisa benar-benar dekat dengan anak. Kalau pulang kantor orang tua ada yang sampai menutup pintu karena enggak mau terganggu, hari libur dia tetep sibuk sama kerjaannya, ya jangan salahin kalau anaknya lebih deket sama mbaknya," tutur Tika.

"Yang merusak hubungan orang tua sama si anak itu sendiri ya orang tuanya, jadi enggak perlu nyesellah ya," tandasnya.

DetikHealth

Stimulasi si Kecil Berjalan




Melihat perkembangan buah hati adalah moment yang membahagiakan tetapi sering membuat cemas. Biasanya Bunda akan mulai kuatir bila si kecil belum bisa melakukan sesuatu pada usia tertentu. Seringkali Bunda kuatir, “Sudah satu tahun tapi anakku belum bisa berdiri apalagi berjalan?”.
Berdiri dan berjalan merupakan tonggak perkembangan anak yang mengagumkan selain duduk. Langkah pertama yang bisa ia lakukan tanpa bantuan adalah gerakan awal sebagai bentuk individu yang mandiri. Tidak heran bila Bunda merasa cemas saat si kecil belum juga bisa berjalan. Yuk intip tipsnya.

Perkembangan Anak Unik
Bunda perlu tahu bahwa perkembangan setiap anak itu unik. Bunda tidak perlu membandingkan anak Bunda dengan anak lain karena perkembangan anak satu dengan anak lainnya belum tentu sama. Mungkin keponakan Bunda sudah bisa berjalan pada usia 12 bulan, tetapi anak Bunda yang usianya sama belum pandai berjalan. Sebaliknya, bisa saja perkembangan anak Bunda lebih cepat. Ia sudah bisa berjalan di uisa kurang dari 11 bulan. Hal itu tak perlu dikuatirkan.

Biasanya pada usia 8-9 bulan ia mulai aktif menggapai meja atau kursi untuk menahan berat badannya dan mencapai posisi berdiri yang sempurna. Setelah itu ia akan mulai belajar merambat, menggeserkan kedua tangannya ke samping diikuti dengan langkah kakinya. Otot kakinya akan semakin kuat dan terlatih melangkah. Di usia 11 bulan mungkin ia sudah mampu berdiri sekitar dua detik tanpa berpegangan. Baru pada usia 12-13 bulan setelah ia belajar melangkahkan yang cukup ia akan bisa berjalan tanpa bantuan apapun meskipun masih tidak terlalu seimbang.

Stimulasi
Lalu bagaimana kalau ia belum juga bisa berjalan padahal sudah usia 12-13 bulan?
Jangan langsung berpikir ada yang salah dengan otot kakinya. Ada juga anak yang baru bisa berjalan pada rentang usia 15-18 bulan. Beri ia stimulasi seperti:
  • Gunakan kursi untuk membantunya berjalan. Biarkan ia mendorong kursi dan pelan-pelan melangkah. Pastikan Bunda berada di depan atau belakangnya.
  • Taruh mainan kesukaannya tak jauh dari jangkauannya. Berdirilah di belakang si kecil dan pegang kedua tangannya. Ajak ia untuk meraih mainan di depannya. Ini sering juga disebut mentitah anak.

No Babywalker
Beberapa informasi menyebutkan penggunaan babywalker tidak membantu anak cepat berjalan. Babywalker tidak merangsang otot paha dan kaki dengan baik yang justru malah memperlambat kemampuannya berjalan. Selain itu faktor resiko kecelakaan yang tinggi membuat para ahli menyarankan untuk tidak menggunakanbabywalker.

Tips:
-       Sebelum melatihnya berjalan, jangan lupa ia harus sudah melewati tahap duduk dan berdiri.
-       Latih ia berjalan dengan suasana yang ceria dan gembira.
-       Biarkan ia bertelanjang kaki saat berlatih berjalan.
-       Konsultasikan pada dokter bila di usia 18 bulan ia belum juga bisa berjalan.


Infobunda

Plasenta Tularkan Stres Ibu Hamil pada Janin



Penelititan terbaru menemukan bahwa tidak hanya nutrisi makanan yang disalurkan plasenta dari ibu hamil pada janin dalam kandungan, stress pun ternyata juga dapat tertular melalui jalan yang sama.

Dr Tracy Bale dari University of Pennsylvania, kepala riset tersebut menyatakan bahwa hampir keseluruhan hal yang dirasakan wanita pada saat hamil akan berinteraksi lewat plasenta dan berpengaruh pada janin.

Para pelaku riset percaya apabila ibu hamil berada dalam kondisi stress menimbulkan gangguan pada protein yang harusnya berperan dalam proses perkembangan otak janin. Hal inilah yang memicu kemungkinan munculnya kelainan mental pada anak seperti skizofrenia dan autisme.

Melalui sebuah percobaan yang mempergunakan tikus laboratorium, peneliti mendapati penurunan jumlah enzim OGT pada plasenta pada saat tikus betina tengah hamil. Pada saat dilakukan analisis lebih lanjut, ternyata jumlah enzim OGT yang mengalami penurunan tersebut memang cukup berpengaruh terhadap perkembangan 370 gen otak janin tikus yang belum lahir.

Gen-gen tersebut sebagian besar memegang peran penting bagi perkembangan saraf, seperti penggunaan energi, pembentukan koneksi sel saraf, dan regulasi protein.

Dr Tracy Bale memaparkan bahwa manusia pada dasarnya memiliki enzim OGT pada saat mengandung. Bahkan janin berjenis kelamin laki-laki pun memiliki kecenderungan enzim OGT yang lebih rendah. Oleh sebab itu, wanita harus benar-benar harus menjaga kesehatan mental dan fisiknya selama masa kehamilan.

Dokter Sehat

Ingin Anak Bebas Alergi? Lanjutkan ASI Meski Sudah Kenal Makanan Padat



Idealnya, anak-anak mendapatkan ASI Eksklusif hingga usia 6 bulan. Namun di Inggris, banyak ibu terlalu dini mengenalkan anaknya dengan makanan padat. Penelitian menunjukkan, tetap melanjutkan ASI bisa mencegah alergi.

Para peneliti di University of Southampton membuktikan bahwa dengan mengombinasikan makanan padat dan ASI, sistem imun bayi dapat berkembang lebih optimal. Dengan terus melanjutkan pemberian ASI, anak lebih terlindungi dari risiko alergi.

"Para ibu sebaiknya terus menyusui anaknya sembari mengenalkan makanan padat kepada si bayi sehingga sistem kekebalannya memperoleh manfaat dari faktor imunologi dari ASI yang bertugas 'mendidik' sistem tersebut," terang ketua tim peneliti, Dr Kate Grimshaw seperti dilansir Daily Mail, Rabu (20/11/2013).

Dr Grimshaw sama sekali tidak menganjurkan anak-anak dikenalkan makanan padat sebelum usia 17 pekan. Menurutnya, memperkenalkan makanan padat sebelum usia tersebut membuat anak lebih rentan mengalami alergi.

Kesimpulan itu ditarik dari hasil pengamatannya terhadap 41 bayi yang akhirnya mengidap alergi terhadap makanan tertentu. Dibandingkan dengan pola makan 82 anak yang tidak memiliki alergi apapun, Dr Grimshaw menemukan adanya perbedaan penting.

Perbedaan tersebut adalah, anak-anak yang memiliki alergi mengenal makanan padat lebih awal dibandingkan dengan anak-anak yang tidak memiliki alergi.

Temuan lain dalam penelitian ini adalah bahwa anak-anak cenderung tidak mendapatkan ASI bila sudah dikenalkan pada susu sapi pada usia 17 pekan saat diperkenalkan makanan padat. Anjuran para ahli sendiri mengatakan, hingga usia 6 bulan bayi hanya perlu mendapat ASI tanpa tambahan apapun.

National Health Service (NHS) pun hingga saat ini menganjurkan bahwa bayi baru boleh diperkenalkan dengan makanan padat pada usia 6 bulan. Di Indonesia, anjuran serupa diatur melalui Peraturan Pemerintah No 33/2012 tentang pemberian ASI Eksklusif.

DetikHealth

Hati-hati, Teknologi Touchscreen Bisa Membahayakan Tangan Anak



Anak-anak semakin dekat dengan teknologi dan karenanya mereka menghadapi banyak masalah kesehatan. Kali ini, para ilmuwan mengkhawatirkan teknologi touchscreen atau layar sentuh yang dinilainya membahayakan tangan anak.

Kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan oleh teknologi touchsreen memang berguna bagi orang dewasa, namun tidak demikian bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Akibat telalu banyak menggeser-geser dan mengetuk menu di layar, jari anak dikhawatirkan tidak tumbuh normal.

Lindsay Marzoli, seorang terapis dari Learning and Therapy Corner di Amerika Serikat mengatakan hal itu akan membuat otot jari tangan anak menjadi lemah. Saking lemahnya, jari-jari itu jadi tidak cukup kuat bahkan untuk sekedar dipakai menulis.

"Apa yang kami lihat adalah banyak anak datang dengan keterlambatan perkembangan motorik, beberapa juga mengalami penurunan kekuatan otot di area tersebut," kata Marzoli seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (19/11/2013).

Panduan terbaru dari American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa anak tidak disarankan berada di depan layar selama lebih dari 2 jam sehari. Bukan sekedar untuk menggeser-geser atau mengetuk menu di layar, melainkan juga untuk sekedar menonton apa yang ada di layar.

Sebuah penelitian di Abertawe Bro Morgannwg University menunjukkan, teknologi bisa menjadi bom waktu bagi kesehatan anak. Berlebihan menggunakan telepon pintar alias smartphone ataupun komputer tablet bisa memicu nyeri punggung dan leher, bahkan pada usia anak-anak.

Selain itu, banyak menggunakan teknologi semacam smartphone cenderung membuat anak-anak lebih malas bergerak. Kurang gerak, ditambah dengan pola makan yang tidak sehat bisa memicu kegemukan dan berbagai komplikasinya, termasuk diabetes dan gangguan jantung.

Jaga Daya Tahan Tubuh Anak di Musim Penghujan



Datangnya musim penghujan menjadi waktu yang lebih perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, terlebih lagi untuk anak-anak yang masih memiliki daya imun belum sempurna. Musim ini anak bisa rentan tehadap beberapa penyakit, seperti flu, demam, batuk, dan pilek. Maka dari itu, dibutuhkan daya tahan tubuh yang optimal untuk mencegah penyakit ini. Berikut ini ada beberapa tips yang  dapat Anda lakukan untuk menjaga daya tahan tubuh sang buah hati.
  • Pakaikanlah baju hangat, jaket, sarung tangan, kaos kaki, sarung tangan, dan sepatu hangat sat melakukan aktivitas di luar rumah. Kenakan pakaian yang lebih tebal pada anak atau bayi dibanding yang dipakai oleh orang dewasa. Namun jangan terlalu berlebihan dengan menambahkan selimut tebal dan bantal, khususnya pada bayi. Hal ini dapat menyebabkan sindrom kematian bayi mendadak, akibat kurangnya oksigen. Jika ingin menutupi dengan selimut, pastikan selimut hanya sampai menutupi bagian dada, jangan sampai menutupi wajah bayi.
  • Dengan suhu dan cuaca yang dingin memang tidak serta merta mengakibatkan pilek dan flu. Namun virus yang menyebabkannya memiliki kecenderungan muncul lebih banyak pada kondisi yang lembab, seperti musim penghujan dan udara dingin. Maka dari itu biasakan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, serta biasakan mencuci tangan sebelum makan, memakai masker, dan membuang bekas tisu setelah bersin atau batuk ke tempat sampah dengan cara yang baik. Diantara hal tersebut, asupan yang bergizi adalah hal yang sangat baik bagi tubuh sebagai penangkal alias daya tahan tubuh.
  • Di saat musim penghujan waktu anak bermain harus dibatasi tentunya. Disaat kondisi dan udara dingin alangkah baiknya bagi Anda untuk mengingatkan mereka kembali secara periodik ke rumah untuk menghangatkan badan. Hal ini untuk mencegah hipotermia.
  • Saat mengantarkan anak ke sekolah, pakaikan perlengkapan hujan yang lengkap. Tidak hanya jas hujan atau payung, siapkan pula sepatu bot, untuk melindungi dari air hujan, genangan air, serta cipratan air yang mengalir di jalan-jalan.
  • Kosongkan wadah air atau menutupnya dengan rapat untuk mencegah adanya nyamuk penyebab demam berdarah. Resiko ini akan sangat berbahaya tidak hanya bagi anak, tetapi juga orang dewasa.
  • Pastikan selalu anak Anda dan keluarga mengkonsumsi air dan makanan yang bersih. Beberapa jenis penyakit seperti kolera dan diare dapat menyerang, disebabkan oleh air yang telah terkontaminasi.
  • Selalu ajarkan dan bimbing anak mencuci tangan dengan benar di waktu-waktu yang tepat.
  • Berikan vaksinasi untuk anak Anda. Bawalah Anak anda ke dokter dan minta rekomendasai vaksin yang tepat untuk Anda.

DokterSehat

Rutin Olahraga Saat Hamil Bisa Bantu Perkembangan Otak si Kecil Lho


Bagi Anda para ibu hamil, jika memang kondisi tubuh memungkinkan untuk melakukan kegiatan fisik, maka rutinlah berolahraga. Sebab, penelitian terbaru menunjukkan bahwa olahraga teratur saat hamil bisa meningkatkan perkembangan otak bayi yang baru lahir.

Dilansir news.com.au, Selasa (12/11/2013), para ilmuwan mengatakan 20 menit latihan rutin tiga kali seminggu sudah cukup untuk membantu perkembangan otak bayi saat di dalam kandungan. Hasil studi tersebut dipaparkan para peneliti di kongres Neuroscience 2013 di San Diego, AS.

"Ini adalah uji coba pertama secara acak yang mengukur dampak langsung olahraga rutin selama kehamilan pada otak bayi. Di masa lalu, wanita disarankan untuk banyak istirahat dan melakukan pekerjaan yang mudah," kata pemimpin penelitian Profesor Dave Ellemberg dari University of Montreal, Kanada.

Sementara itu, penulis studi lainnya, Profesor Daniel Curnier, pakar olahraga dan latihan fisik dari University of Montreal, mengatakan bahwa dengan melakukan gaya hidup yang aktif, bisa mempercepat pemulihan ibu setelah melahirkan, membuat kehamilan lebih nyaman, dan mengurangi risiko obesitas pada anak.

"Mengingat bahwa olahraga terbukti bermanfaat untuk otak orang dewasa, kami berhipotesis bahwa hal ini juga bisa bermanfaat bagi anak yang belum lahir melalui latihan fisik yang dilakukan ibunya," kata Prof Daniel.

Studi ini melibatkan para ibu hamil yang secara acak ditugaskan untuk melakukan latihan rutin setidaknya 20 menit latihan kardiovaskular tiga kali seminggu. Memang, selama latihan secara intens, para wanita mengaku sering mengalami sedikit sesak napas. Sedangkan, kelompok lainnya tidak berolahraga sama sekali.

Delapan sampai 12 hari setelah melahirkan, aktivitas otak si bayi pun diukur. Peneliti menggunakan 124 elektroda yang diletakkan di kepala bayi sampai anak itu tertidur di pangkuan ibunya. Lalu, mereka mengukur memori pendengaran melalui respons bawah sadar otak.

"Hasilnya menunjukkan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang aktif secara fisik memiliki aktivasi otak lebih matang. Hal itu menunjukkan bahwa otak mereka berkembang lebih cepat," kata salah satu peneliti, Elise Labonte-LeMoyne.

Sebagai studi lanjutan, para ilmuwan berencana mengukur pemikiran bayi, kemampuan fisik, dan bahasa anak saat berusia satu tahun apakah akan lebih baik jika si ibu rutin berolahraga selama hamil.

DetikHealth

Sesaat Usai Melahirkan ASI Tak Lancar, Jangan Khawatir Bayi Kelaparan



Sesaat setelah melahirkan, beberapa ibu ingin segera memberi air susu ibu (ASI) kepada bayinya yang baru lahir. Mereka takut anaknya kehausan dan kelaparan. Sayang, ASI tidak keluar dengan lancar. Jangan khawatir ya Bunda, ini normal kok. Sebab ASI umumnya memang baru keluar lancar setelah tiga hari pasca persalinan.

Jangan pula buru-buru memberi susu formula sembari menunggu ASI keluar lancar ya. Sebab menurut berbagai penelitian, makanan terbaik bagi bayi adalah ASI. Sehingga lebih baik diupayakan memberi ASI eksklusif terlebih dahulu selama minimal enam bulan.

"Bayi nggak akan kelaparan karena komposisi paling banyak di tubuh bayi yang baru lahir adalah air. Jadi dia nggak bakal kehausan. Bayi yang baru lahir juga lambungnya baru sebesar kelereng yang cuma bisa menampung 5-7 cc cairan dan itu sudah dicukupi dengan kolostrum," jelas dr. Edi Setiawan Tehuteru Sp. A(K), MHA, IBCLC.

Hal itu disampaikan dr Edi dalam diskusi 'Mitos dan Fakta Seputar ASI' di Rumah Anyo, Jl Anggrek Nelli Murni, Slipi, Jakarta Barat, dan ditulis pada Rabu (13/11/2013). Jadi, selama tiga hari pasca melahirkan tetap berikan bayi ASI meski sedikit. Dengan puting yang tetap diisap bayi, maka ASI pun akan lebih cepat untuk keluar.

Justru, dr Edi menyebutkan jika dalam waktu tiga hari anak diberi susu formula karena orang tua khawatir anaknya lapar, hal itu justru memperlambat produksi ASI. Menurut studi yang dilakukan dokter di RSCM, produksi ASI bisa lancar setelah 23 jam setelah melahirkan. Sedangkan, pada bayi yang diberi susu formula, produksi ASI baru lancar dalam waktu 33,5 jam. Mengapa?

"Molekul ASI itu sesuai dengan usus bayi jadi mudah diserap, sedangkan molekul susu formula lebih besar dan diserapnya lebih lama. Bayi kenyang lebih lama, tidurnya lama, jarang nyusu, ASI-nya lebih susah keluar," papar dr Edi.

Saat usianya tiga hari, barulah lambung bayi sebesar bola bekel. Saat hari ke-sepuluh barulah lambungnya tumbuh sebesar bola pingpong. Sehingga, bayi tidak terlalu butuh banyak cairan. Apalagi, bayi yang baru lahir juga dilengkapi dengan cadangan makanan berupa lemak cokelat (brown fat) yang bisa bertahan sampai lima hari setelah lahir.

"Tuh sudah dikasih bonus dua hari kan sama Tuhan, ASI lancar tiga hari, cadangan lemaknya bisa sampai lima hari," kata dr Edi sambil tertawa.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap bayi menangis, tak melulu karena dia lapar. Bisa saja ia ingin digendong, diajak keluar rumah, atau ada hal-hal yang membuatnya tidak nyaman, seperti mengompol dan buang air besar. Selain itu, pengosongan lambung bayi biasanya terjadi dua sampai tiga jam setelah ia menyusu.

Nah, untuk memastikan bayi lapar atau tidak, seringkali orang tua memberikan jarinya pada bayi. Saat si bayi menangkap jari itu, mereka lantas menyimpulkan bayinya lapar. Menurut dr Edi, itu bukan tanda lapar melainkan sebagai rooting reflex yaitu memasukkan apa saja yang lewat di depan mulutnya dan refleks itu terjadi selama empat bulan, sebagai instruksi ketika puting ada di depan mulut, bayi akan membuka mulutnya.

"Kalau anak lapar tandanya jari mengepal. Nanti kalau udah kenyang, lama-lama tangannya akan terbuka. Makanya jangan pakaikan sarung tangan. Kalau takut nanti dia melukai wajahnya, bayi itu pintar kok, sekali dia merasa sakit karena wajahnya tergores kuku, dia nggak akan melakukan itu lagi," jelas dr Edi.

DetikHealth

Tahapan Masa Pertumbuhan Bayi dari 0 -11 Bulan




Bulan Pertama

Usia 0 Bulan
Ketika bayi baru lahir, menangis merupakan respons alami bayi karena menyesuaikan terhadap lingkungannya yang baru.

Pada wajah dan mata si kecil kemungkinan akan terlihat sedikit bengkak saat jam-jam pertama. Si kecil pun memiliki sejumlah refleks 'primitif', termasuk mengisap, menggenggam dan mencari puting.

Usia 1 Bulan
Saat berumur sebulan, si kecil akan sangat suka tidur. Namun, ia memerlukan beberapa waktu sebelum dapat membedakan pagi dan malam. Sebab, pigmen mata bayi belum berkembang sempurna dan warnanya akan berubah perlahan pada minggu dan bulan-bulan mendatang. Bayi juga menangis jika merasa lapar. Ia juga secara naluri menggenggam jemari Ibunya. Bayi akan kembali ke berat lahirnya saat berumur 10 hari. Berat badannya kemudian akan bertambah secara rutin, jadi ia akan berubah dengan cepat.

Bulan ke-2 
Si kecil sudah dapat melihat lebih jauh dan tidak lama lagi ia akan mulai mencoba meraih benda yang ada di dekatnya. Jika ia melihat ibunya pasti ia akan tidak bisa diam dan menggeliat kesenangan. Ketika ia mulai mengenal tangannya, maka ia akan memasukkan tangannya ke dalam mulut.

Bulan ke-3
Bayi mulai memerhatikan dan mendengar suara Ibunya dengan girang melalui ikatan batin. Bayi juga sudah mampu menggenggam mainan walau sebentar. Dalam tahap ini, gerakan si kecil akan mulai lebih disengaja dan ia bahkan mungkin akan mulai berguling dari punggung ke sisinya dan mulai dapat mengendalikan kepalanya seiring menguatnya otot lehernya.

Bulan ke-4
 Pada usia ini si kecil mulai sering belajar bermainan dan 'mengobrol' dengan orangtuanya. Saat mengenal kedua kakinya, bayi akan memegang dan menghisap kedua kakinya sehingga membuatnya gembira bermain sendiri.

Selain itu si kecil sangat suka belajar soal tekstur dengan mengeksplorasi suatu barang menggunakan mulutnya, bukan tangannya. Setelah tiga bulan, si kecil akan tidur lebih lama pada malam hari dan berkurang pada siang hari.

Bulan ke-5
Bulan kelima ini si kecil akan mulai menghabiskan botolnya dengan cepat sekali jika ia sedang lapar. Secara sosial si buah hati peduli dengan sekelilingnya dan mulai lebih berinteraksi dengan cara mengeluarkan suara dan tawanya.

Si kecil akan tertarik melihat benda kecil dan mencoba meraihnya. Ia juga merespons permainan seperti cilukba dengan kegirangan. Perkembangan fisik yang terjadi pada bulan kelima yaitu si kecil dapat mengangkat kepala sejajar badannya saat memegang tangannya dan menariknya ke posisi duduk.

Bulan ke-6
 
Si kecil mulai menginisiasi interaksi sosial. Ia akan melambaikan tangannya untuk minta digendong dan tersenyum jika melihat Ibunya. Masa ini adalah masa serba pertama bagi buah hati. Ia sudah mampu duduk tanpa dibantu, merangkak, bahkan mungkin berdiri dengan berpegangan.

Saat si mungil dibaringkan telentang, ia akan mulai mengangkat kepala dan bahunya. Saat dibaringkan tengkurap, ia akan menarik lututnya ke atas, atau menggunakan tangannya untuk mengangkat badan atasnya.

Bulan ke-7
Saat ini si mungil sudah mulai merasakan enaknya makanan padat karena sudah memperlihatkan gigi pertamanya. Ia juga sudah bisa memegang dua benda sekaligus. Emosi secara keseluruhan juga akan muncul, menjadi sangat lengket dengan sang ibu dan akan menangis jika ia tidak menemukan Ibunya di sampingnya.

Pada bulan ketujuh ini buah hati akan mengulang suku kata konsonan seperti 'bababa' dan meniup dengan mulut mencibir. Senang pada situasi sosial dengan ditandai melonjak-lonjak kegirangan bila tahu saatnya untuk bermain.

Bulan ke-8
Pada umur delapan bulan, si kecil sudah pandai meniru suara sang ibu dan mulai mengerti nada bicara ibunya dan mungkin akan menangis jika sang ibu marah. Perkembangan motorik yang terjadi pada usia ini ditandai oleh si kecil yang dapat melepas sesuatu dengan sengaja dan dapat memungut benda yang lebih kecil.

Si kecil juga dapat mengingat kejadian yang baru terjadi. Dan secara emosional ia akan menangis karena tidak sabar.

 
Bulan ke-9
Bayi seusia ini sangat senang mengacak-ngacak untuk mencari mainan dan mengeksplorasinya. Saat giginya mulai tumbuh ia sangat suka sekali menggigit mainan yang keras.

Si kecil juga sudah dapat menikmati segala jenis musik, mulai dari krecekan buatan sendiri hingga nyanyian sang ibu.


Bulan ke-10


Dalam mengembangkan kemampuan menggenggam, mainan menjadi sangat penting untuk menstimulasi otak si kecil. Permainan fisik seperti mengelitik membuat si kecil ketagihan dan berteriak kegirangan.

Beberapa bayi mampu melangkah untuk pertama kalinya sebelum berusia satu tahun, tapi banyak juga yang baru mulai berjalan lama sesudahnya.


Bulan ke-11
Pada masa ini si kecil mulai memperhalus gerakan tangannya. Ia akan mulai menunjuk dan tidak lagi meraup dengan seluruh tangannya, tetapi akan menggunakan jempol dan telunjuknya untuk menjepit.

Si kecil sangat suka mendorong mainannya begitu ia bisa merambat, ia juga akan mulai berputar dan menoleh saat ibunya memanggil namanya.


DetikHealth